RSS

Rabu

POLA DASAR KEILMUAN DIENUL ISLAM

Al-qur’an mengajarkan satu teori keilmuan tentang satu pasangan sistem kehidupan, yaitu kehidupan phisika dan budaya  yang satu sama lainnya saling menyerupai, identik dan berpaduan. Adapun pandangan-pandangan dasarnya adalah sebagai berikut :
A. Tentang Alam Phisika


1. bahwa alam phisika ini adalah ciptaan Allah berupa ruang dan benda-benda angkasa (samawat) dan bumi (ardhu) dengan segala isinya.


Al-Qur’an suratAl-An’am 1 :



Artinya : segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
Penjelasan lebih lanjut, bacalah surat Al-An’am 73, surat fushahilat 9 – 12 dan Al-A’raf 54.
Termasuk juga biologis dan makhluk-makhluk melata lainnya, baik yang hidup dibumi ataupun yang hidup dibenda-benda angkasa tertentu. 


 Al-Qur’an surat Al-Mukminun 12 – 14 :

Artinya : Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.


2. bahwa alam phisika ini hanya mempunyai satu sumber gerak (ilaah) saja, dimana tidak ada sumber gerak lainnya yang mengikat hubungan gerak satu sama lainnya kecuali Allah semata-mata.


Al-Qur’an surat Az-Zukhruf 84 :

Artinya : Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.


Al-Qur’an surat Al-Anbiya 22 :



Artinya : “Kalaulah ada pada susunan gerak angkasa dan bumi sumber gerak lain selain daripada Allah, maka keduanya pasti akan hancur tidak berfungsi lagi. Maka sungguh kesibukan alam semesta itu semata-mata menurut kepastian Ilmu Allah saja pencipta dan pemeliharaan seluruh wujud bangunan ilmu, bebas dari sifat yang meraka berikan kepadanya”


3. terhadap ketentuan-ketentuan yang diletakan Allah ini, seluruh alam semesta menyatakan kepatuhannnya tanpa reserve.


Al-Qur’an Surat An-Nahlu 49 menegaskan :
“Dan kepada Allah jugalah sujud (menyatakan tunduk dan apatuh) semua benda-benda angkasa dan bumi dari binatang melata sampai kepada malaikat dengan tidak pernah membangkang sekalipun.”


Al-Qur’an surat Fushshilat 11 :



“Sealanjutnya Dia (Allah) mempertimbangkan asal usul penciptaan itu menjadi semesta angkasa yang mulanya sebagai bulatan “bola gas” seraya menitahkan kepadanya dan bumi ini : Apakah kalian berdua mau hidup beredar menurut rancangan pasti yang ditentukan secara sukarela atau dipaksa ?. Mereka menjawab : kami mau hidup beredar secara sukarela menurut rancangan pasti yang telah ditentuka.


4. bahwa alam semesta ini tak henti-hentinya “tasbih” yakni sibuk bergerak memenuhi fungsinya masing-masing sesuai dengan qadar (rancangan pasti) 


Ilmu Allah. Al-Qur’an surat Annur 41 :

“Tidakkah engkau perhatikan, kepada Allah-lah seluruh yang ada diruang angkasa dan bumi ini bertasbih, sampaipun kepada burung-burung dengan cara masing-masing. Semua telah tahu cara shalat dan bertasbih. Demikianlah Allah mengajarkan kepada mereka apa yang harus mereka kerjaakan”.

0 comments: