RSS

Senin

suami idaman wanita..

Beberapa hari lalu ketika berselancar di internet, aku menemukan berbagai kisah menarik. Aku sebut menarik karena ceritanya begitu menyentuh hati. Hikmah yang dikandungnya luar biasa. Ada haru yang menyeruak tatkala membacanya. Bahkan, mataku sampai berkaca-kaca. Akhirnya, air mata mengalir tak tertahankan (cengeng banget ya? :D).

Baiklah, aku sudah tak sabar ingin membagi kisah itu. Begini cerita singkatnya.

#KISAH 1#
Sang suami (sebut saja A) pulang ke rumah dalam keadaan letih setelah seharian bekerja. Tentu saja, A membayangkan akan menerima sambutan menyenangkan dari istrinya ketika kembali ke rumah. Namun, bayangannya tak seindah kenyataan. Boro-boro senyum manis apalagi sapaan hangat, A malah menerima omelan dan keluhan istrinya yang nyerocos tiada henti. A hanya diam, lalu perlahan mendekati istrinya. Dipeluknya tubuh sang istri dengan lembut. Ajaib! Seketika istrinya berhenti mengomel. Pelan-pelan bibir sang istri menyunggingkan senyum malu-malu.

*Uhum... so sweet... :D*

#KISAH 2#
Seorang istri (sebut saja R) merasa kesal dengan sikap suaminya yang kurang memperhatikan dirinya dan anaknya. Sang suami (sebut saja A) terlalu sibuk bergelut dengan pekerjaan. Puncak kekesalan R ditunjukkan dengan sikap marah-marah terhadap A. Malahan, R menyambut A sepulang kerja dengan amarah, bahkan tak lagi menyuguhkan secangkir teh. A hanya diam, lalu pergi ke dapur untuk menyeduh teh atau kopi hangat sendiri. 

Sampai suatu hari, R menerima kenyataan pahit. A meninggal dunia di kantor karena terkena serangan jantung, tepat setelah R menelepon dan memaki-makinya. R benar-benar tidak mengetahui bahwa A mempunyai penyakit jantung karena suaminya tidak pernah bercerita.

Setelah suaminya meninggal, R merasakan penyesalan yang begitu mendalam. Terlebih-lebih R menerima fakta yang mencengangkan dari rekan kerja A. Rekan kerja A menceritakan beberapa kebaikan yang ditunjukkan suaminya, bahkan menyebutnya sebagai suami yang penyayang terhadap keluarga. Dari rekan A pula R mengetahui bahwa A sengaja merahasiakan penyakitnya sebab tidak ingin R menyayanginya karena iba. A pun memilih berobat di klinik yang murah karena tidak ingin menghabiskan uang tabungan yang dikhususkan untuk masa depan anaknya.

Secara tak sengaja R menemukan catatan kecil A yang terselip dalam tumpukan dokumen pekerjaannya. Lewat catatan itu R mengetahui bahwa A sengaja bekerja keras membangun perusahaan agar kelak bisa diwariskan pada anaknya. Rupanya A sudah menduga bahwa hidupnya tidak akan lama lagi sehingga ia menyiapkan segalanya dengan matang.

*hiks… hiks… yang ini sedih banget… :’(*

#KISAH 3#
Seorang gadis (sebut saja N) menikah dengan laki-laki biasa. N termasuk wanita cantik, pintar, mapan, dan kaya. Sementara, suaminya (sebut saja R) hanyalah laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat biasa. Pernikahan mereka tak sepenuhnya mendapat restu dari orang tua N. Hanya karena N memaksa saja, akhirnya keluarga N mengizinkannya.

N tidak salah menjatuhkan pilihan. Keyakinannya bahwa R sanggup membahagiakannya terbukti. Cinta laki-laki biasa itu amat besar padanya. Bahkan, N merasa tidak akan ada yang bisa mencintainya sebesar cinta suaminya. Orang-orang memang sibuk bisik-bisik di belakangnya, memperbincangkan ia dan suaminya, tapi N membiarkannya.

Tahun demi tahun berlalu. Kehidupan rumah tangga N makin harmonis. N dan R sudah dikarunia dua orang anak. Mereka sudah memiliki rumah besar. Karier N makin gemilang. Pekerjaan R pun makin cemerlang. Mereka hidup bahagia meski orang-orang masih tetap menyangsikannya, berbisik-bisik di belakangnya.

Hingga tahun kesepuluh pernikahannya, saat melahirkan anak ketiga, sebuah musibah menyapa mereka. Bayi yang dikandung N tidak mau keluar, padahal telah lewat dua minggu dari jadwal yang seharusnya. Maka, dilakukanlah operasi karena ternyata bayinya terlilit tali pusar.

Operasi berjalan lancar. Namun, terjadi pendarahan hebat. Bayi mereka selamat dan sehat. Sementara, N mengalami koma. Selama berhari-hari, R tetap menjaga N. R tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk menengok anak-anaknya di rumah.

Keluarga N hampir putus asa, tapi R terus berjuang tanpa lelah. R berusaha membuat N agar segera siuman. Secara rutin R mengaji di dekat N sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang R juga membawa buku favorit N dan membacakannya pelan di telinga N. R pun tak bosan-bosan mengajak N berbicara, membisikan kata-kata cinta di telinga N. Pada hari ke-37 doa R terjawab. N siuman dan wajah penat R yang pertama ditangkap matanya.

Akibat koma, tubuh N lumpuh. Tapi, kenyataan itu tak membuat suaminya berpaling. Cinta R terhadap N tak berkurang sedikit pun. R tetap merawat dan menjaga N dengan baik, memandikan, menyuapi, mendandani, dan mengajaknya jalan-jalan. Alangkah beruntungnya N. Suaminya memang laki-laki biasa, tapi cintanya sangat luar biasa.

*Hmm… jadi ngiri… :D*

Tiga kisah di atas termasuk true story. Selagi menulis note ini aku baru sadar, kisah yang kubaca ini seputar suami-istri. Ketiganya mengungkap sosok suami yang penyayang. Hmm… ini bukan kebetulan semata, mungkin lewat kisah yang kubaca ini Allah ingin menegurku agar lebih serius memikirkan seorang suami (hehe).

Setidaknya, kisah ini telah memberiku sebuah pelajaran berharga. Sekarang aku ingin mengajukan permohonan pada-Nya... ^__^

Ya Allah… andai kelak Kau izinkan aku menjadi seorang istri, jadikanlah aku istri yang salihah, istri yang baik, istri yang mencintai suami semata-mata karena-Mu, istri yang taat pada suami (tentu saja selama ketaatan itu tidak melenceng dari ketaatan kepada-Mu).

Ya Rabbi… andai kelak Kau izinkan aku mempunyai suami, berilah aku seorang suami yang saleh, suami yang baik, suami yang mencintaiku karena-Mu, suami yang bisa menyayangi dengan tulus, suami yang bisa menuntunku ke jalan-Mu, suami yang bisa mengajakku ke surga-Mu.

Amin yaa rabbal alamin.

kisah ini di tulis oleh seorang sahabat sekolah saya yang bernama Ai warni

0 comments: