RSS

Senin

makna hati nurani

Tempat paling luas dan paling terang di dunia, 
ada di dalam dada. 
Akan menjadi tempat paling sempit dan paling gelap di dunia, apabila hidup dan kehidupan yang kau daur selalu menjadi duka. 

Ini jagad kehidupan. 
Tempat menyatu hamparan kota dan hutan, tempat berbaur dan bergaul manusia dan binatang, tempat bersekutu dan berseteru. 

Tempat para penggulir zaman saling berlomba memelintir peradaban dari masa ke masa sampai akhir masa. 
Mereka saling memburu, saling memangsa, sehingga mulai samar, manakah insan, manakah hewan, hanya saling memakan. 
Demi sebuah kata ; 
Kebahagiaan 

Tetapi ternyata kebahagiaan tak pernah ditemukan para pencarinya. 
Tidak di gedung - gedung tinggi, tidak di rumah - rumah mewah, tidak pula di gubuk - gubuk reot, tidak ada di rumah - rumah sederhana. 
Tiada di puncak gunung tertinggi, ataupun di dasar lautan terdalam, 
si miskin papa dan si kaya raya sama lelah mencarinya. 
Tiada pada suami, atau anak dan istri. 
Emas, Intan, Berlian, Permata. Segalanya sama tak bermakna, sama tak berharga. 

S'lalu bahagia itu datang serasa sekejap saja. 

Terkadang bahagia datang sebagai angin sepoi bagi para pejalan kaki yang terseok - seok menyeret langkah dengan tubuh terbungkuk memikul beban, di atas bukit yang terjal, di bawah matahari terik. 
Lalu sepoi angin itu sirna, langit mendung mengirimkan badai, cuaca memurungkan hari - hari, menelan musnah harapan para pejalan kaki itu, 
semudah musim menggugurkan daun - daun. 

Para pencari tak akan pernah berhenti, dari keinginan - keinginan, dari segala hasrat, selalu kehausan dan kelaparan. 
Dan kebahagiaan itu tak akan pernah ditemukan. 

Sampai nurani menyala dalam kalbu tuannya. 
Sampai kita menyadari bahwa bahagia tidak datang dengan serta merta seperti kekasih mengecup kening. 
Bahagia tidak dicari, melainkan diciptakan, seperti mata air menciptakan alur sungai - sungai, seperti paruh mungil burung - burung mengangkut jerami - jerami kering seadanya, helai demi helai, membinanya menjadi sebuah tempat bernaung. 
Dengan penuh kesyukuran dalam segala keadaan. 

Di sini. 
Di tempat terluas di dunia. 
Di dalam kalbu kita. 

0 comments: