RSS

Selasa

PRAKTEK SHALAT MENURUT CONTOH ROSULLAH

Kecuali Iman, mata yang akan menjadi makmum pada suatu shalat Maktubah, segera menuju ke mesjid, Imam datang ke mesjid paling belakang dan langsung menuju ketempat Imam dengan menyeluruh yang tadi adzan untuk iqamat, sebab yang berhak untuk menyuruh iqamat hanya imam saja, yang lainnya tidak boleh menyuruh seseorang melakukan iqamat. Selanjutnya perhatikanlah hal-hal dibawah ini.
-        Perhatikan susunan baris, Imam berkewajiban untuk meluruskan yang paling depan, barisan kedua diluruskan oleh barisan pertama dan begitu seterusnya. Hal ini untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam seluruh jamaah. Jangan dimulai shalat sebelum kelihatan rapihnya barisan. Barisan yang baik adalah yang dimulai sebelah kanan Imam kemudian diisi sebelah kirinya dan jangan dahulu membuat barisan baru bila barisan depannya belum terisi semua dengan rapat.
-        Setelah mendengar komando imam berupa ucapan takbir, maka makmum pun supaya segera takbir, kemudian bacalah doa iftitah.
-        Waktu shalat atau pada rakaat dengan suara nyaring,, makmum cukup mendengarkan dan pada shalat/rakaat dengan suara pelan, makmum pun harus aktif membaca.
-        Mengucapkan “aamin” bila telah dikomando imam.
-        Meletakan tangan pada waktu berdiri yaitu dengan keadaan tangan kiri dibawah tangan kanan dan terletak didada.
-        Mengangkat tangan waktu takbir berdiri yaitu sampai dengan batas bahu atau telinga sebelah bawah.
-        Laksanakanlah ruku dengan baik dan jangan tergesa-gesa. Tegasnya perpindahan dari saru gerak kepada gerak yang lainnya adalah setelah menyelesaikan setiap bacaan dengan baik.
-        Bila Imam mengucapkan “ﺳﻤﻊﺍﷲﻟﻤﻦﺤﻤﺪﻩ” jawablah oleh makmum dengan ucapan : “ﺮﺒﻨﺎﻟﻚﺍﻠﺤﻣﺪ”.
-        Bila sujud, dahulukan lutut kaki sebelah kanan kelantai sebelum tangan atau lutut sebelah kiri. Bagi laki-laki sujud, letak tangan harus bebas, tidak menekan kedada, kepada atau terletak dilantai dan bagi wanita, tangan menekan kebuah dada.
-        Waktu sujud, jari-jari kaki juga harus ikut berdiri.
-        Bangun untuk rakaat yang lain, janganlah seperti bangunnya binatang (unta, kambing, kerbau dan lain-lain) dari tidurnya.
-        Berdiri untuk laki-laki adalah kaki tidak rapat tapi tidak pula terlalu renggang, sebaliknya bagi wanita haruslah dengan rapat dengan tidak mengembangkan kedua kakinya.
-        Barisan yang baik bagi laki-laki adalah yang paling depan dan bagi wanita adalah yang paling belakang.
-        Bagi suami yang istrinya ingin ke mesjid untuk shalat berjamaah, maka tidak boleh melarangnya, tapi tidak perlu untuk memerintahnya berjammah dimesjid, kecuali untuk mendengar nasihat-nasihat sampaikan disaat pengajian.

0 comments: