RSS

Selasa

ZAKAT

1.      Zakat adalah tehnik pembinaan untuk menggunting atau membersihkan diri dari perbudakan harta benda terhadap diri kita.
2.      Zakat adalah tehnik pembinaan diri dalam rangka memberantas feodalisme dan kapitalisme, baik feodalisme dan kapitalisme individual, maupun feodalisme kolektif.
ﻮﻴﻞﻟﻜﻞﻫﻣﺯﺓﺍﻟﺫﻱﺟﻤﻊﻤﺎﻻﻮﻋﺪﺪﻩﻴﺤﺳﺐﺃﻥﻣﺎﻟﻪﺃﺨﻟﺩﻩ
Wail yaitu selembar hidup dan kehidupan yang penuh dengan kekacauan dan kegoncangan bagi manusia yang diperbudak oleh harta kekayaan, yaitu mereka yang menumpuk harta benda (feodalisme kapitalisme) dan mengumpulkan serta senantiasa diliputi oleh kekhawatiran akan hilangnya, karena dia beranggapan, bahwa hartanya itu akan menambah kekuatan dirinya”.
3.      Zakat adalah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap manusia mukmin tertentu guna memberantas kefakiran dan kemiskinan.
4.      Dilihat dari skala nasional, zakat adalah satu tehnik pembinaan kestabilan ekonomi.
5.       Zakat adalah sebagai system anggaran yang dipungut dari berbagai produksi, yaitu hasil bumi (pertanian dan perkebunan dengan aneka ragam hasilnya) hasil-hasil peternakan, industry, logam mulia Emas dan Perak, stuut capital, harta karun dan lain sebagainya menurut prosentase tertentu dimana penyalurannya adalah kepada delapan asnaf (bagian).
Al-Qur’an surat At-Taubah 60 menjelaskan :
“Sesugguhnya penyaluran harta kekayaan yang diambil dari zakat itu terbagi kepada delapan bagian, yaitu : orang kafir, miskin, pengurus zakat, para muallaf, untuk pembebasan perbudakan, orang-orang yang berhutan untuk pembinaan Sabilillah dan para tenaga tempur untuk kepentingan Dinul Islam/Ibnu Sabil, dimana zakat itu merupakan satu kewajiban menurut petunjuk-petunjuk Ilmu yang telah diajarkan Allah”.
Selanjutnya zakat sebagai system anggaran yang dipungut dari berbagai sector produksi kita klasifikasikan dan spesialisasikan menjadi seperti berikut :
a.    Zakat Hasil Bumi (Pertanian dan Perkebunan)
Yang dimaksudkan dengan zakat hasil bumi adalah seperti dijelaskan oleh Nabi Muhammad dengan batasan-batasan pengeluarannya :
ﻠﻴﺳﻰﻔﻰﺤﺐﻭﻻﺘﻣﺭﺼﺪﻗﺔﺤﺗﻰﻴﺒﻠﻎﺧﺳﺔﺃﻭﺳﻕ  -  ﺭﻮﺍﻩﻣﺴﻠﻡ
“Tidak ada sedekah (zakat) pada setiap hasil pertanian dan perkebunan (baik berupa biji-bijian ataupun buah-buahan sehingga mencapai lima wasaq”. H.R. Muslim
 ﻋﻥﺃﺑﻰﺳﻌﻴﺪ : ﺃﻥﺍﻠﻧﺒﻰ ﺺ۰ﻢ ﻗﺎﻞ : ﺍﻠﻭﺴﻭﺳﺗﻭﻥﺼﺎﻋﺎﺃﺤﻣﺪﻮﺍﺒﻥﻣﺎﺟﺔ
“Dari Abi Sa’id, Nabi Menjelaskan : Satu wafaq itu sama dengan enam puluh sha’ “. H.R. Ahmad dan Ibnu Majah
Penjelasan          : 1 Wasaq        = 60 Sha’. 5 Wasaq = 5 x 60 = 300sha’
                             1 Sha’            = 3,1 liter (lihat kamus Arabic English lexicon).
Jadi : 300 x 3,1 = 930 Liter (nisab).
Banyaknya pengeluaran oleh Nabi dijelaskan :
ﻔﻳﻤﺎﺴﻗﺖﺍﻷﻨﻬﺎﺭﻭﺍﻟﻐﻳﻡﺍﻠﻣﺸﻭﺮﻮﻓﻴﻣﺎﺳﻗﻰﻴﺎﻟﺴﺎﻧﻴﺔﻨﺼﻒﺍﻟﻌﺸﺮ
“Pada hasil bumi yang diairi dengan air sungai dan hujan, zakatnya sepersepuluh (10%), sedangkan bila mengggunakan mekanisasi, maka zakatnya seperduapuluh (5%).” H.R. Jama’ah kecuali Muslim
Adapun waktu untuk mengeluarkan zakat adalah :
ﻭﺁﻭﺍﺣﻘﻪﻴﻭﻢﺣﺻﺎﺪﻩ
“Dana keluarkanlah zakatnya dihari menuai (panen)”. Q.S. Al-An’am 141
b.    Hasil-Hasil Peternakan
Nabi Muhammad menjelaskan :
ﻋﻥﻣﻭﺍﺫﺒﻦﺟﺑﻝ : ﻴﺣﺴﻰﺭﺳﻭﻞﺍﷲﺺ۰ﻢ. ﺍﻟﻰﺍﻟﻴﻣﻥﻭﺃﻣﺭﻧﻳﺃﻥﺁﺨﺬﻣﻦﻜﻝﺜﻼﺜﻳﻦﻣﻦﺍﻟﺒﻗﺭﺗﺑﻴﻣﺎﺃﻭﺗﺒﻴﻌﺔﻮﻣﻥﻛﻞﺍﺭﺑﻌﻳﻦﺴﻧﺔ / ﺍﻟﺨﺴﺔ
“Dari Muadz bin Jabal : Saya telah diutus Rosullah ke Yaman, beliau menyuruh saya untuk memungut zakat, yaitu dari setiap 3 puluh sapi (kerbau) seekor anaknya yang betina atau yang jantan, yang berumur satu tahun dan tiap-tiap 40 ekor sapi (kerbau) seekor anaknya yang berumur 2”. H.R. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaa’i dan Ibnu Majah (Lima Perawi Hadits)
1.      Nishab serta Zakat Sapi (Kerbau) :
Nisab
Bilangan dan Jenis Jakat
Umur Zakatnya
30 – 39
1 ekor anak sapi/anak kerbau
2 tahun lebih
40 – 59
1 ekor anak sapi/anak kerbau
2 tahun lebih
60 – 69
2 ekor anak sapi/anak kerbau
1 tahun lebih
70 – 79
1 ekor anak sapi/anak kerbau
1 tahun lebih
80 – 89
2 ekor sapi/kerbau
2 tahun lebih
100 -...    
2 ekor sapi/kerbau ditambah satu ekor
1 tahun lebih

yang berbeda umurnya yaitu
2 tahun

Begitu seterusnya dengan perhitungan setiap 30 ekor sapi/kerbau, zakatnya satu ekor yang berumur 2 tahun dan tidak dikenakan zakat atas sapi/kerbau yang digunakan untuk menggarap sawah.
2.      Nashab Dan Zakat Kambing
Nishab
Bilangan dan jenis zakatnya
Umur/zakat
40 – 120
1 ekor kambing betina biasa atau
2 tahun lebih

1 ekor kambing domba betina
1 tahun lebih
121 – 200
2 ekor kambing betina biasa atau
2 tahun lebih

2 ekor kambing domba betina
1 tahun lebih
201 – 399
3 ekor kambing betina biasa atau
2 tahun lebih

3 ekor kambing domba betina
1 tahun lebih
400  -
4 ekor kambing betina biasa atau
2 tahun lebih

4 ekor kambing domba betina
1 tahun lebih

Mulai dari 40 ekor kambing, dihitung tiap 100 kambing, zakatnya 1 ekor kambing biasa atau domba umur seperti tersebut diatas.
499 kambing zakatntya 5 ekor kambing, 599 ekor kambing zakatnya 6 ekor kambing, karena belum sampai 600 ekor. 600 ekor, zakat hal tersebut dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw :




“Tentang zakat kambing yang digembalakan, apabila ada 100 ekor zakatnya seekor kambing. Apabila lebih dari itu sampai dengan 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing. Apabila lebih dari 200 sampai dengan 300 ekor, zakatnya 3 ekor kambing. Apabila lebih dari 300 ekor kambing, maka tiap-tiap 100 ekor, zakatnya seekor kambing”. H.R. Ahmad, Bukhari, dan Nasaa’i
c.    Zakat Perusahaan / Industri
1.      Sabda Nabi Muhammad saw. :
ﻔﻰﺍﻟﺒﺰﺻﺩﻗﺗﻬﺎ - ﺮﻮﺍﻟﺣﺎﻜﻢ
“Barang-barang kelontong yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya”. H.R. Hakim
2.      Nabi Menjelaskan kembali :
ﻜﺎﻦﺍﻠﻧﺑﻴﻰﺺ۰ﻡ٠ﻴﺄﻣﺮﻧﺎﺃﻥﻧﺨﺭﺝﺍﻟﺼﺩﻘﺔﻤﻥﺍﻟﺬﻯﻧﻌﺩﻩﻠﻠﺒﻴﻊ
“ Rasulullah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual “ H.R Darutquthani, Abu Daud. “
Wajib mengeluarkan zakat pada harta perniagaan/usaha adalah dengan syarat-syarat yang terdapat dalam zakat emas dan perak perhitungan modal pokokdan prosentase pengeluarannya, yaitu :
1.      Kalau pokok perhitungannya digunakan dengan perak, maka berarti modal pokoknya harus mencapai 200 dirham.
1 dirham = 3,12 gram, 200 dirham = 200 x 3,12 = 624 gram.
2.      Kalau modal pokoknya dihitung dengan mas, maka berarti harus mencapai 20 dinar, yaitu sebanyak 93,6 gram.
3.      Setelah usaha dengan modal tersebut mencapai 1 tahun, maka wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2 ½ %.
4.      Barang-barang yang dihitung untuk dikeluarkan zakatnya adalah dari : modal, uang-uang yang disimpan dibank, piutang, alat-alat yang digunakan untuk dagang dari mulai tempat dagang ( toko, warung )sampai dengan kendaraan yang dipunyai.  Yang pada dasarnya setiap yang ada hubungannya dengan kelalancaran perusahaan. Kemudian setelah mencapai satu tahun, kita keluarkan zakatnya sebanyak dua setengah persen (21/2%). Adapun yang berhubungan dengan rugi atau untung jangan dijadikan landasan untuk tidak mengeluarkan zakat.
d.   Zakat Emas, Perak atau perhiasannya yang kita gunakan adalah apabila mencapai :
1.        Emas sebanyak 93,6 gram
2.        Perak sebanyak 624 gram
3.        Perhiasan-perhiasan yang kita gunakan bila telah mencapai seperti tersebut tadi, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2 ½%.
e.    Zakat Rikaz/Harta Karun
Sebanyak 20% yang harus dikeluarkan zakat dari harta karun yang harus segera dikeluarkan saat kita menemukannya. Nabi menegaskan “ﻮﻓﻰﺍﻟﺮﻜﺎﺰﺍﻟﺧﻤﺲ” zakat rikaz menerimanya”. H.R. Mutaffaq alaih
f.     Zakat Hasil Tambang
Sebesar 20% yang harus dikeluarkan dari hasil tambang yang harus dikeluarkan pada waktu itu juga apabila memang sampai kepada batasannya dengan tidak menunggu sampai satu tahun, selanjutnya bila dilangsungkan dijadikan sebagai barang yang diusahakan seperti halnya perdagangan lainnya, maka setelah kita tunaikan zakatnya disaat kita dapatkan barang tambang tadi, kita keluarkan pula pada satu tahun yang akan dating zakatnya sebesar 2 ½% untuk zakat hasil tambang Nabi menjelaskan :
ﺃﻥﺮﺳﻮﻞﺍﷲﺺ۰ﻡ٠ﺃﺨﺬﻣﻥﺍﻟﻤﻌﺎﺩﻥﺍﻠﻗﺒﻟﻴﺔﺍﻠﺻﺪﻘﺔ
“Bahwasanya Rosullah saw. Telah mengambil shadaqah (zakat) dari hasil tambang di Negeri Qabaliyah”. H.R. Abu Dawud dan Nasaa’i
g.    Zakat fithrah : untuk uraian zakat fithrah yang merupakan pungutan diri pribadi, sebagai pengurainya dipisahkan pada bab tersendiri yaitu Bab ‘Iedul Fithri”.
Seperti yang telah dituturkan diatas tadi, bahwasanya zakat adalah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap manusia yang telah menyatakan kepatuhan dan ketundukan akan hokum-hukum yang telah diletakan Allah dengan tujuan utamanya adalah terwujudnya “keseimbangan” hidup antara sesama manusia dengan menghilang sirnakan segenap bentuk perbudakan, baik perbudakan manusia terhadap sesamanya yang ditimbulkan oleh perasaan “berkecukupan dengen gemilangan harta benda berupa kekuaatan, kekuasaan, kebangsawanan, dan ataupun perbudakan harta benda terhadap diri manusia yang berupa kekayaan materi.
Zakat suatu kewajiban yang harus ditunaikan adalah untuk menyadarkan diri manusia itu sendiri, bahwa apa yang dinamakan “zakat” adalah harta benda orang lain yang ada pada kita yang oleh kita harus diserahkan pada waktu-waktu tertentu dengan batasan-batasan tertentu pula, ia merupakan amanat Allah, dimana terhadap setiap amanat tidak boleh untuk diselewengkan. Karena demikian kedudukan zakat, dalam pelaksanaannya bukanlah berarti kita telah menjadi manusia “dermawan”, lebih-lebih lagi bila kita tidak dikeluarkan, maka berarti kita telah merampok harta orang lain. Karena itu benar pula bila disebutkan “ﻣﻥﺍﻠﻜﺘﻓﻰﺑﻤﺠﺭﺩﺍﻟﻭﺍﺠﺐﻔﻬﻮﺤﺩﺍﻠﻣﺧﻴﻞ” barang siapa yang merasa cukup dengan hanya melaksanakan kewajiban saja, maka yang dinamakan batas kikir”.
Dalam pemberantasan feodalisme dan kapitalisme, maka Islam memfungsikan harta benda untuk menghancurkan feodalisme dan kapitalisme, bila memang dari zakat belum mencukupi untuk pemberantasan yang disebutkan tadi.
Nabi menegaskan : ﺍﻥﻓﻰﺍﻟﻣﺎﻞﻠﺤﻘﺎﺴﻮﻯﺍﻠﺰﻜﺎﺓ “bahwasanya harta benda itu masih berfungsi lain selain zakat yang telah dikeluarkan”.
Zakat adalah kewajiban orang-orang mampu dan sebaliknya, ia adalah “hak” orang-orang yang tidak punya atas orang kaya.
Sebagai pemantap, kita renungkan beberapa ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Sebagai berikut :
1.        Al-Qur’an S. Al-Baqarah 284  

“ Allah-lah yang memiliki apa yang ada di-samawat dan apa yang ada dibumi “

2.      Al-Qur’an S. Al-Jatsiyah 13
 “ Dan  Dia ( Allah ) telah menyediakan buatmu sekalian ( untuk kalian pergunakan sebaik-baiknya ) apa-apa yang ada disamawat dan bumi”.

3.      Al-Qur’an S. Alhadid 7 Imanlah kamu sekalian dengan apa yang telah ditetapkan Allah dan sunnah Rasul ya’ni dengan mengeluarkan apa Allah jadikan buatmu sebagai pemanggul amanat atas-Nya. “

4.      Al-Qur’an 
“ Mereka-mereka manusia penumpuk harta kekayaan ( mas dan perak, tegasnya manusia-manusia kapitalis feodalis ) yaitu mereka-mereka yang tidak mau untuk mengeluarkan harta bendanya untuk kepentingan dinul Islam, ejeklah mereka dengan kabar gembira ( tapi tidak mengembirakan ), bahwa bagi mereka adalah kehidupan nista yang tiada bandingan. “

5.      Al-Qur’an Al-Hasyr 7
  
“Janganlah hendaknya harta benda itu hanya berputar disekitar manusia kaya saya”.

6.      Al-Qur’an S. At-Taubah 
“Ambilah dari harta benda bagian zakat sodakoh ( sidkah ) untuk membersihkan diri mereka ( dari pengaruh perbudakan harta dirinya ) dan kemudian menempatkan mereka dalam posisi hidup menurut sistim zakat “.
7.      Al-Qu’an S. Adz-Dzariyat 1 
“Dalam harta benda mereka masih ada hak yang harus disampaikan kepada yang menghajatkan ( fakir dan Miskin )”.
Hadits-hadits Nabi Muhammad Saw. :
1.          Riwayat Abu-Daud dan Ibnu Majah

ﻠﻣﺎ ﺑﻌﺙ ﺮﺴﻮﻞ ﺍﷲ ﺺ۰ﻢ ﻤﻌﺎﺬﺍ ﺍﻠﻰ ﺍﻠﻴﻤﻦ ﻘﻠﻰ ׃  ﻔﻌﻠﻤﻬﻢ ﺍﻦ  ﺍﷲ ﺍﻔﺘﺮﺺ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺼﺪ ﻘﺔ ﺘﺆ ﺨﺬﻣﻥﺃﻏﻴﺎﺌﻬﻡﻔﻘﺭﺍﺌﻬﻡ - ﺭﻮﺍﻩﺍﻟﺟﻣﺎﻋﺔ

“Tetkala Rasulullah saw, mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, Nabi memerintahkan kepadanya : ajarkanlah kepada mereka bahwasannya Al-Qur’an ( Ilmu Allah ) telah menetapkan atas mereka penmgeluaran zakat ( sidkah ) yang diambil dari orang-orang kaya dan diserahkan kepada yang tidak mampu ( Fuqara ) dikalangan mereka “.
2.          Riwayat Abu Dawud da Ibnu Hibban

ﻤﻥﺳﺄﻝﻭﻋﻧﺪﻩﻣﺎﻴﻐﻧﻴﻪﻔﺎﻧﻣﺎﻴﺳﺗﻜﺛﺭﻤﻥﺍﻠﻧﺎ۰ﻗﺎﻠﻭﺍ׃ﻴﺎﺮﺳﻭﻟﻰﺍﷲﻭﻣﺎﻳﻐﻧﻴﻪ؟ﻗﺎﻞ׃ﻤﺎﻴﻐﺬﻴﻪﻮﻳﻌﺸﻴﻪ / ﺃﺑﻮﺪﺍﻮﺍﺪﻭﺍﺒﻥﺤﺒﺎﻥ

“Sabda Nabi : Barang siapa minta-minta, sedang ia berkecukupan, maka sesungguhnya ia hanya memperlebar jurang neraka kehidupan. Nabi ditanya : Hai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan “berkecukupan ( mampu )” itu? Nabi menjawab : yang dimaksud dengan itu adalah cukup untuk makan pada hari dan malam itu”.
3.         Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi
ﻗﺎﻝﺍﻟﻧﺒﻰ׃ﺺ۰ﻢ۰ﻻﺘﺤﻝﺍﻠﺻﺩﻗﺔﻟﻐﻧﻰﻭﻻﻟﺬﻯﻣﺮﺓ ﺳﻮﻯ
“Tidak halal bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai tenaga atau kekuatan mengambil sidkah ( zakat )”.
Islam menempatkan manusia untuk tidak menjadi “ penerima “ tetapi hendaklah ia berusaha untuk menjadi “ pemberi “ , tegasnya bukan “ obyek “, tetapi harus senantiasa menjadi “ subjek “, dimana Ilmu Allah sebagai motor geraknya. Nabi menjelaskan :
1.      Riwayat Bukhory
ﺍﻥﺃﻔﺿﻞﺍﻟﻛﺴﺐﻛﺳﺐﺍﻠﺭﺟﻝﻋﻠﻰﻳﺪﻩ
“Sesungguhnya pemberian barang terbaik adalah dari hasil jerih payahnya sendiri”.
2.      Riwayat Bukhory

ﻮﺍﻟﺫﻯﻧﻔﺳﻰﺑﻳﺩﻩﻻﻦﻳﺄﺧﺫﺍﺧﺫﺍﺤﺩﻛﻡﺣﺒﻠﻪﻔﻴﺤﺘﻂﺐﻋﻟﻰﻅﻬﺭﻩﺧﻳﺭﻟﻪﻣﻥﺍﻦﻴﺄﺗﻰﺮﺠﻼﻔﻴﺳﺌﺎﻠﻪﺍﻋﻃﺎﻩﻮﻤﻧﻌﻪ

“Demi Allah yang diriku berada menurut ilmu-Nya, adalah lebih baik bagimu memberi seutas tali untuk digunakan pengikat kayu kemudian pemikulnya untuk mendapatkan nafkah dari pada dia datang kepada seseorang dengan maksud meminta-minta baik ia diberinya dan ataupun tidak diberinya”.

0 comments: